Dua Puluh Sembilang: Harus Bersama

1749 Kata

Tiba di rumah sakit, Dio langsung membawa Aurora untuk di periksa, Rita dia tugaskan untuk mengurus segala administrasi. Beruntung partner kerja Dio mau mengundur jadwal dan tidak membatalkan. Lagi-lagi hati Dio tersayat saat melihat luka yang terdapat di tubuh Aurora. Tangannya mengepal dan ingin dia layangkan ke wajah Arfi. Aurora terus meringis, jelas jika tidak ada bagian tubuhnya yang tidak sakit. "visum sekalian" tegas Dio lalu mengalihkan pandangan saat sekilas dia melihat pakaian yang menutupi tubuh Aurora di buka dan luka-luka itu terlihat. Aurora diam, tapi air mata terus mengalir di pipinya. Demi Tuhan, sedih rasanya saat pria yang dia tinggalkan melihatnya dalam kondisi seperti ini. Dio keluar ruang pemeriksaan dan menghampiri Rita yang memiliki kendala saat mengurus admini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN