Tujuh Belas: Perjanjian Rahasia

1704 Kata

Laksmi tersenyum lebar melepas kepulangan Arfi dan keluarganya. Di sebelahnya, ada Aurora yang hanya diam tanpa ekspresi, sedangkan Syeril sudah kembali ke kamar dan Ega menemani. Sampai kapanpun, mereka tidak setuju dengan keputusan Aurora. "Ra-" "Nek, Rara istirahat dulu ya" pamit Rara lalu pergi tanpa menunggu respon Laksmi. Tiba di kamar, Aurora langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Hatinya terus mencoba menguatkan jika ini adalah keputusan terbaik. Neneknya tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun, dan dia tidak bisa melihat sang mama terus bertengkar dan sang papa yang selalu di salahkan seolah tidak bisa mendidik anak dan istrinya. Pintu kamarnya di ketuk, terdengar suara sang papa yang meminta izin masuk. "Masuk pa, pintunya gak Rara kunci" sahut Aurora sambil dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN