Dio menatap halaman belakang rumahnya. Sejak orang tuanya memberitahu tentang adanya perjodohan Aurora, otaknya benar-benar seperti berhenti berpikir, tubuhnya seolah kehilangan arah dan hanya bisa membatu. Dunianya juga seolah runtuh begitu saja. Segala rencana dan asa yang dia rangkai hilang sudah tanpa bekas. Dia benar-benar kehilangan dunianya. "kak" Valdo duduk di sebelah Dio. Menepuk punggung Dio agar menarik kesadarannya. "semua usaha aku sia-sia ya pa" Dio menatap Valdo. Valdo menghela napas "Tuhan pasti punya rencana lebih baik untuk kamu, kak" "jadi semuanya benar-benar berakhir?" "kak, papa gak mungkin nyuruh kamu untuk terus berusaha di saat Rara akan menjadi milik orang lain. Papa gak mau kamu jadi jahat. Berat, tapi kamu harus ikhlaskan" Dalam hati, Valdo ingin mengatak

