Sementara Dewi kembali merangkai jerat dosa di Panti Lestari, di apartemen Ryan, suasana kembali hening. Ryan yang menyusul Nu karena mendengar teriakan kekasihnya dari dalam kamar, ternyata melihat wajah Nu sedikit pucat. Rupanya setelah makan Kepiting Mangas yang brutal, Nu benar-benar kelelahan. Perjalanan bolak-balik ke tempat Romo Andreas dan beban emosional tentang ibunya Dewi sungguh menguras tenaganya. “Mas… aku capek banget. Aku tidur duluan ya? Kamu mau nonton film lagi?” pinta Nu, wajahnya memelas. Ryan mencium kening Nu dengan lembut. “Tidur saja, Sayang. Kamu butuh istirahat. Aku masih harus begadang.” “Begadang? Nulis lagi?” “Bukan. Aku mau rapat sama partner kerjaku. Ada yang harus aku diskusikan sama mereka,” jawab Ryan, merujuk pada empat sahabat Nu. Nu mengangguk pas

