Chapter 120 : Pintu Neraka yang Terbuka

1200 Kata

Kegamangan jiwa itulah yang sebenarnya menjadi pintu masuk iblis dalam jiwa Dewi, ketak percayaan pada Kuasa Ilahi kerena beban derita yang makin menumpuk, membuat Dewi lari pada kuasa kegelapan yang selalu menawarkan kemudahan dan nafsu duniawi sebagai imbalannya. Dewi terjerat dalam lingkaran setan kebutuhan finansial. Utang-utangnya yang menumpuk, biaya gaya hidup mewah yang terlanjur ia nikmati, dan janji-janji kemudahan dari Nyai Srintil terus menghantuinya. Beberapa hari setelah pertemuan yang sempat melemahkan pengaruh kegelapan, di tengah keheningan malam, Nyai Srintil muncul dalam mimpi Dewi. Nyai Srintil tampak marah, tetapi juga menawarkan jalan keluar. “Kamu bodoh, Dewi! Kamu sudah membuang emas demi air comberan!” desis Nyai Srintil. “Aku tidak tahan, Nyai! Tubuhku sakit, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN