Hari sudah malam, hujan deras menyelimuti tempat ini. Masih banyak orang masih bersembunyi di dalam rumah, tidak ada yang berani keluar dari sana. Belum lagi, tidak ada telepon ataupun ponsel yang bisa digunakan. Luc mendatangi klinik tempat Taleena berada. Dia main masuk ke dalam bangunan tersebut dan mendapati semua orang masih ketakutan. Setidaknya ketiga manusia yang dia buat pingsan tadi sudah ditangani. Dia dan Taleena duduk di kursi tunggu ruangan paling depan klinik. Dari situ, mereka bisa melihat kalau suasana di lusr bangunan masih mencekam. Lampu jalanan yang sudah menyala tidak terlalu membantu pencahayaan karena derasnya hujan yang terjadi. Seorang perawat perempuan menyajikan minuman hangat untuk Luc dan Taleena. Dia agak gemetaran karena melihat sosok Luc. Walaupun Luc te

