Lilith mundur selangkah demi selangkah, memjauhi pusat pertikaian. Mata manusianya tidak sanggup mengikuti apa yang sedang terjadi. Malaikat dan iblis itu telah terselimut angin kencang seolah-oleh malarang apapun untuk melihat maupun mendekat. Nama עֲזַרְאֵל menjelma sebagai serangan udara yang menyerang Lucifer. Angin-angin membentuk bilah pisau yang terus mengarah ke arahnya. Setiap kali mengenai kulit iblis, ada sengatan mematikan yang seolah menarik jiwa iblis itu. Semua malaikat dan iblis pada dasarnya takkan bisa bersentuhan. Itulah mengapa jika kekuatan mereka saling bersinggungan, akan mengakibatkan kekacauan. Udara perlahan-lahan hilang, terampas oleh pedang milik Malaikat Azrael. “Luc—” Lilith semakin mundur. Dia mengawasi sekitarnya, berharap bisa melakukan sesuatu. Akan

