Lucifer telah meminum obat dan mendapatkan kompresan yang secukupnya. Amon sudah memindahkannya ke salah satu ruangan pasien, sehingga Lucifer bisa berbaring di atas ranjang yang empuk dan nyaman. Sementara itu, Lilith tidak mau meninggalkannya sehingga hanya duduk di sebelah ranjang sembari berharap sang raja iblis ini untuk bangun. Dia merasakan kekhawatiran yang amat sangat seolah-olah memang Lucifer ini orang yang penting baginya. Perasaan aneh itu terus dia rasakan sampai-sampai dia heran, ada apakah ini? Sebenarnya siapa dirinya? Dan siapakah Lucifer untuknya? Berada di tempat ini, bersama Lucifer yang terbaring lemah, dia merenungi semua itu. Tidak ada jawaban yang bisa terlintas dalam benaknya. Di satu sisi, dia yakin sekali kalau hatinya ada bersama Nachash, tapi mengapa dia taku

