Lilith terbangun dari tidurnya. Dia sedikit bingung karena tahu-tahu sudah ada di atas ranjang kamar. Sedangkan ada malaikat yang setia duduk di kursi sampingnya sambil membaca sebuah buku tebal berbahasa latin. Sosok malaikat Uriel berada di sampingnya. Dia masih berpenampilan sama, dan wajahnya juga senantiasa cerah. "Kenapa aku di sini?" tanya Lilith bingung. "Malaikat Uriel?" Malaikat Uriel tersenyum padanya. "Selamat pagi, Lilith. Kau tak perlu memanggilku Malaikat, karena itu akan terdengar aneh di telinga manusia lain. Panggil aku Uri saja." Lilith agak sulit menyanggupinya. Bagaimana pun, dia sama sekali tak mengingat sosok malaijat itu. Lagipula, dia hanyalah manusia, sedangkan di depannya adalah makhluk agung. "Eh, jadi dimana Luc?" "Sudah kubilang, dia akan sibuk." Malaika

