44. Babak Akhir (d)

1215 Kata

Hamparan padang gersang yang penuh pepohonan berbatang kering terlihat. Di tengah tanah ini berdirilah bangunan mirip gereja, tapi seluruhnya terbuat dari kayu dan tidak ada dekorasi khusus apapun. Saat ini bangunan tersebut sebagian telah rusak seolah baru saja diterjang badai. Cuaca disini memang sedikit aneh. Langit dipenuhi awan mendung, angin berhembus kencang, menerbangkan dedaunan kuning yang memenuhi tanah. Lilith tidak nyaman berada disini. Tidak ada seorang pun disana, dan lebih anehnya lagi seperti ada bau belerang. "Kita dimana?" tanyanya. Lucifer tidak menjawab, dia hanya menuding ke arah bangunan. Tak berselang lama ada cahaya hitam yang satu per satu keluar dari dalam retakan bangunan tersebut. Suara jeritan khas neraka sempat terdengar di telinga Lilith. Sebenarnya ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN