“Lilith!” Teriakan Luc terus menggema saat dia menyusuri hutan yang dia yakini sebagai tempat penyekapan Lilith. Dia tahu kalau tempatnya di sekitar sini, tapi sihir dari seorang Shaman terlalu kuat sampai tidak bisa ditembus oleh mata iblisnya. Kelebihan Shaman sebenarnya unggul dalam hal ini saja, jika satu lawan satu, jelas penyihir itu akan kalah telak. “Lilith! Dimana kau, Sayang?” teriakan Luc menggelegar dari satu pohon ke pohon lain. Makhluk-makhluk penghuni hutan itu langsung menyingkir begitu merasakan aura iblis Luc. Iya, termasuk beberapa iblis dan para roh gentayangan. Mereka tidak mau berhadapan dengan raja neraka yang terkenal angkuh dan main bunuh seenaknya. Luc masih menelusuri semak-semak belukar, menyusuri sepanjang aliran sungai untuk mencari keberadaan sang kekasih

