MK — Dua Puluh

1397 Kata

Doa adalah bahasa rindu. Pagi hari, dikala waktu sarapan Romi langsung mengutarakan tujuannya yang kemarin sempat ditolak Skylar. Mengatakan dengan pelan tapi terdengar tegas. Sekiranya membuat Skylar nyaman tidak dituntut tapi dituntun. "Bang.” Skylar menatap arah jam satu, dimana ayahnya berada. "Ayah udah daftarin Abang, lusa ujian tes," beritahu Romi. Skylar mengangguk untuk menanggapi. "Semangat belajar, Bang. Nanti Mama bantu doa.” Ros tersenyum semangat—kemudian terkekeh. “Aku juga bisa doa,” Skylar berdecak sebal. “Doa makan tapi..” kini Ros yang dongkol. "Lusa di MTs Negeri, besoknya lagi di MTs Ar-Rahman.” kata Romi lagi, menjelaskan. "Siap.” Skylar berkata pasrah. Mau menolak pun sudah tidak mampu, bahkan ini saja demi mama—ia mau lakukan. "Ya, udah. Ayah berangkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN