Bab 21. Satu Keputusan

1167 Kata

Kabar itu menyebar lebih cepat daripada yang Karin bayangkan. Dalam waktu dua hari saja, hampir seluruh karyawan kantor membicarakan tentang dirinya —sekretaris sederhana yang “mengguncang” perusahaan Kusuma Group. Bisik-bisik, tatapan sinis, hingga komentar berbisik-bisik setiap kali ia lewat, menjadi makanan sehari-hari. “Tidak disangka, ia pandai memanfaatkan kesempatan." "Pantas aja bos sering bawa dia ke luar kota.” “Duh, kasihan Mbak Thalia, sudah dipacari lama malah disalip sekretaris licik.” Karin mencoba menunduk, berpura-pura tidak mendengar. Tapi, setiap langkah di koridor terasa seperti jarum yang menusuk kulitnya. Ia tidak lagi duduk di meja depan ruang direktur, melainkan di bagian belakang. Perintah itu datang langsung dari HRD — katanya demi menjaga “situasi kerja tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN