Maudy meneguk air mineralnya dengan lumayan kasar. Perasaannya tidak bisa membaik meski setelah beberapa saat. Maudy sedikit pusing dengan perasaannya yang berdenyut nyeri senantiasa mengingat setiap kalimat Zein. Huft! Maudy meraup udara dengan kasar dan menghela nafasnya dengan panjang. "Maafkan aku, sepertinya kamu punya masalah yang cukup buruk, tapi aku tidak berdaya Maudy," ucap Tomi yang sudah berdiri di depan meja kerjanya. Maudy bingung dengan kehadirannya yang tiba-tiba, tapi Tomi segera meletakkan flashdisk di atas mejanya. "Pak Zein memerintahkan-ku mengoper pekerjaanku hari ini padamu. Kami akan mengunjungi lokasi pembangunan proyek pembangunan hotel hari ini. Jadi, maaf," ucap Tomi tak enak hati Maudy cuma tersenyum penuh beban sekilas, namun tak bisa menolak dan m

