"Dengar-dengar kita kedatangan CEO Baru. Dia anak tertua pak Abhimayu. Sangat tampan dengan tubuh proporsional, d**a bidang dan hidung mancung bagaikan perosotan anak TK. Ah, jangan lupa soal rahang kokohnya. Idaman wanita, termasuk aku. Hm, jadi tidak sabar melihatnya langsung," ungkap seseorang membuat Maudy jengkel. Dia di sana, tepat di sebelah kedua wani yang menggosipkan suaminya itu. Tampak tidak suka dengan lontaran kata yang memuji suaminya itu. 'Cih, belum tahu saja mereka gimana sifat asli bajing*n itu!' batin Maudy. 'Tapi biarlah, itu urusan mereka. Toh, cuma mengagumi. Apa salahnya juga.' "Hei, anak baru. Kamu yang akan menjadi asisten pribadi CEO," panggil seseorang membuat Maudy menoleh begitu juga staff yang di sana. "Iya, pak!" jawab Maudy menganggukkan kepalanya. D

