"Di mana wanita itu, kenapa dia tidak ada di sini?" Bingung Zein sambil mengerutkan dahinya heran. Pria itu hampir tidak bisa tidur semalaman. Suntuk, serta uring-uringan hampir sepanjang malam. Sekarang dia juga mengalami penyesalan, karena sudah membiarkan orang tuanya pergi. Karena hal itu justru dimanfaatkan oleh Maudy pindah kamar. Zein tentu saja merasa di rugikan, sebab tidak bisa menikmati tubuh yang didambakan olehnya. Padahal sebelumnya dia sudah sangat bekerja keras untuk itu. Mandi di tujuh mata air, juga jangan lupakan soal kembang tujuh rupa. Maudy seakan mengerjainya, tapi dia bod*hnya mau-mau saja. "Sial! Aku sudah sengaja bangun cepat, walaupun kurang tidur semalam, dan sangat mengantuk sekarang. Agar bisa menunggunya di luar pintu gudang, tapi dia malah tidak di s

