Tanpa menunggu jawaban Wynn, aku meluncur turun, segera berlari dan menerobos pasukan yang sedang berperang dengan monster-monster Dartagnan. Sayup kudengar suara Wynn memanggil namaku bersamaan dengan suara wanita yang menyerukan margaku, aku melompat ke samping ketika satu ogre rubuh dan hampir menimpaku. Ada pedang berkilat menancap di punggungnya, pemiliknya segera tiba kemudian. “Kau punya satu utang nyawa padaku.” Edith mencabut pedang itu dan segera menerjang monster lain. “Aku bersedia tidak menghambatmu, tetapi jangan bergerak ceroboh dan lupa kau punya pelindung!” Aku mengerjap mendengar omelan Wynn, belatiku mengayun ketika kurasakan pergerakan dari belakang punggung. Satu ogre lagi rubuh dengan kepala bocor yang menyemburkan darah. “Kau menghambatku jika larimu masih sela

