Bab 31. Pecahnya Perang

2702 Kata

Banyak yang terjadi dalam waktu bersamaan sampai aku merasa keadaan begitu kacau meski faktanya sangat terkendali. Sangkakala masih terdengar bergema dari kejauhan, trompet perang dari kulit itu pasti telah dimantrai hingga suaranya mampu menjadi begitu keras dan memekakkan. Genderang ditabuh dan lesatan-lesatan cahaya merah melejit ke langit. Tanda sudah sangat jelas memberitahukan kedatangan pasukan musuh. Apa yang terjadi selanjutnya begitu samar; para prajurit lekas menyambar senjata mereka, begitu pun denganku. Orang-orang di depan kuali memadamkan api, bergegas mengambil perisai-perisai dan memakai zirah. Senjata dihunus di mana-mana dan para prajurit perang segera bergerak ke kancah pertempuran dalam suara entakan kaki yang terdengar seragam, sehingga sekilas terdengar serupa den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN