“Shuui....” Wynn berucap lirih. Pria pirang itu masih mematung di ambang pintu bersama dengan Gelma dan Jerach dalam tampilan Elfynn mereka. Ekspresi mereka nyaris sama, terkesiap kaget entah karena apa. Aku berpikir apakah sebab penampilanku yang sangat kacau? Mungkin aku berdarah-darah atau gosong. Tapi selain gaunku yang awut-awutan, aku baik-baik saja. Lalu aku bertanya-tanya apakah rambutku memutih seperti Noel. Namun sejumput rambut yang tertangkap mataku masih berwarna hitam. Akhirnya aku simpulkan keterkejutan mereka karena sesuatu yang lain. Aku diam membiarkan mereka mengamati diriku lebih lama. Mereka baru terlonjak ketika suara ledakan yang sangat besar terdengar, lantas segera berjalan menghampiriku. “Kau baik-baik saja, sayang?” tanya Jerach. Sungguh pertanyaan bodoh, seo

