Chapter 10

1125 Kata
Crystal pov "Bu ketua ayo pulang, udah bel nih" ujar tiara, gua hanya menanggapi dengan datar. Saat kita berempat ingin memasuki mobil gua, tiba tiba.. "Lo crystal kan?" Tanya seorang cowok. Gila.. ganteng. "Dia siapa?" Tanya gua ke tiara, nabila dan intan "Most wanted sekolah ini" gua hanya beroh ria "Iya, Kenapa?" Tanya gua santai "Bisa ngobrol sebentar?" Tanya nya membuat gua menyerngitkan kening "Ngapain?" Tanya gua "Ngbrol aja" "Dimana?" "Gedung belakang sekolah" setelah mengucapkan itu. Gua langsung melangkah menuju gedung belakang sekolah dengan dia yang mengekor dibelakang. "Jadi lo mau ngomongin apa?" Tanya gua to the point "Wow.. santai kali. Lo to the point banget, tapi gua suka" ujarnya membuat gua menyerngit. Lah? Kalo dia suka apa urusannya sama gua? Jangan jangam dia mau nembak gua lagi. Gila pede banget gua, hahaha. "Nama gua mahesa" "Lo udah tau kan nama gua" tanya gua, dia mengangguk. "Gua anak ketua yayasan, kalo lo mau, gua bisa aja buat lo sama temen temen lo gak jadi dikeluarin dari sekolah, gimana?" Tanya nya. Gua terdiam. Jujur, gua sedikit tertarik inget ya sedikit. Tapi gua gak suka disekolah yang sama. "Gua gak tertarik banget" jawab gua jujur "Lo bisa disini dan gua lindungin, lo bakal aman. Apa lo gak kenama marah orang tua? Lo pasti gak mau ngecewain orang tua kan?" Katanya. Apa apaan diamau ngelindungin gua? Bisa kena bacok pak bos. Oh iya.. ngomong ngomong pak bos, dia marah gak ya? Kenapa sifat dia jadi kayak pak bos sih, tapi pak bos mah lebih protektif. Lah, kenapa jadi pak bos sih? Fokus crystal. "Semua anak pasti gak mau ngecewain orang tua. Orang tua gua pasti kecewa dan marah banget, tapi... ini bukan pertama kalinya gua di DO. Ini ke 26 kalinya gua di DO. Jadi santai aja" ujar gua sambil terkekeh, dia membelakan matanya "Sumpah demi apa yang ke 26?! Gila!!" Sentaknya, gua malah tertawa "Haha iya.. kenapa? Keren kan?" Tanya gua sambil memainkan alis "Haha.. iya" dia ngerangkul gua coi. Pak bos aja gak pernah!! Huaa.. kenapa jadi ke pak bos lagi sih? Jadi kangen gua, wait--- kangen?! Otak gua kayaknya perlu diperbaikin deh. Author pov Tiga mobil sport memasuki kawasan SMA 10, tiga mobil itu menjadi sorotan murid murid karena mereka ksatria. Tiara, intan dan nabila membelakan mata melihatnya. "Ksatria ngapain kesini?" Tanya nabila "Gak tau gua" "Hai" sapa sam, levin dan devin. Sedangkan pak bos hanya menatap datar. "Kalian ngapain disini?" Tanya tiara heran "Jemput kalian lah" ujar davin "Kita kan naik mobil bu ketua" balas nabila "Ya kal--" "Mana bu ketua?" Tanya pak bos dingin dan tajam "Bu-bu ketua di gedung belakang sekolah" jawab mereka terbata "Ngapain? Sama siapa?" Tanya pak bos lagi "Sama cowok most wanted sekolah ini, kalo gak salah mahesa. Katanya sih cuman ngobrol" selesai perkataan intan, pak bos langung berjalan menuju belakang sekolah dengan tangan terkepal. "Pak bos ngeri" ringis nabila Saat sampai di gedung belakang sekolah, mereka melihat bu ketua di rangkul mahesa sedang berdebat dengan cewek tadi. "Emangnya enak dikeluarin dari sini?" Sindirnya membuat bu ketua panas. "Enak banget, karena kalo disini lama lama enek gua liat muka lo" balas bu ketua sinis. "Ngapain lo sama mahesa? Jangan jangan lo ngedeketin mahesa buat gak dipindahin lagi" ujarnya sambil melirik bu ketua sinis. "Bukannya lo yang kayak gitu?" Ketus bu ketua Plak Dia nambar bu ketua!! Bu ketua maju membuat rangkulan mahesa terlepas. Plak "Itu buat jaga omongan lo" kata bu ketua setelah menampar cewek itu Plak "Itu karena udah ngabisin waktu gua" Plak "Itu buat lo yang asal fitnah gua" bu ketua melirik sekilas dan melihat ember Byurr Tapp Bu ketua menyiram air bekas pel dan melempar telur dan tepung yang selalu dibawanya didalam tas. "Dan itu buat kelakuan lo selama ini!" Bentak Bu ketua. "Lo salah main main sama ketua diamond!" Sinis tiara mulai buka suara membuatnya membelak. "Di-dia ketua diamond?" Tanya nya tak percaya. "Lo gpp kan?" Tanya mahesa sambil menangkupkan wajah bu ketua membuat semua orang menahan nafas saat melihat pak bos yang sedang mengepalkan tangannya. "Gpp" jawab bu ketua sedikit malu dan menepis tangan mahesa "Haha.. lo lucu" perkataan mahesa membuat bu ketua tersenyum malu. Srett Bu ketua ditarik pak bos. "Pa-pak bos ngapain?" Tanya bu ketua kaget dan ketakutan. "Mana kunci mobil lo?" Tanya pak bos, bu ketua menyerahkan kunci mobilnya. "Dav, bawa mobil bu ketua" ujar pak bos menyerahkan kunci mobil bu ketua. "Lo ikut gua" ujar pak bos sambil menarik--sebenernya sih menggenggam tangan bu ketua. Deg.deg.deg Bu ketua seketika terdiam saat merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Sesampainya di mobil, pak bos gak berbicara sama sekali. Sementara bu ketua menunduk, dia tau sebenarnya pak bos sangat marah. Saat sudah dirumah bu ketua, pak bos masuk dan duduk disofa dengan santai dan memasang muka datar. "Pak bos marah?" Tanya bu ketua pelan dan duduk disamping pak bos. "..." "Pak bos jangan mar--" perkataan bu ketua menggantung saat melihat pak bos mengusap wajah bu ketua, seolah menghusap bekas mahesa "Gua.gak.suka.lo.dipegang.orang.lain" tekan pak bos serius membuat bu ketua mengangguk. "Lo beneran serius sama gua? Maksud gua lo beneran macarin gua karena cinta bukan karena taruhan atau apapun?" Tanya bu ketua membuat semua orang kaget, diamond dan ksatria baru sampe di rumah bu ketua. "Iya, emang kenapa? Dan kenapa lo berfikir seperti itu?" Tanya pak bos dingin "Kalo lo cuman macarin gua untuk mainan, mending gak usah. Gua gak mau salah satu dari kita tersakiti. Mending lo berhenti. Dan gua mau ngedeketin mahesa, mungkin?" Kata bu ketua membuat pak bos marah. Dan dengan santainya bu ketua berjalan kearah dapur untuk membuat makanan. "Arghh" teriak pak bos sambil mengacak acak rambutnya dan menyusul bu ketua. "Bu ketua.." panggil pak bos dikuping bu ketua yang membuatnya merinding dan memutar badan, saat memutar badan bu ketua menahan nafas. Jarak antara pak bos dan bu ketua sangat dekat. Bu ketua memperhatikan wajah pak bos.. Ganteng banget.. kayak malaikat. Gua gak mau tersakiti, jadi lebih baik kita udahan aja kalo dia cuman jadiin gua mainan. Batin bu ketua "Dengerin gua bu ketua" pak bos memegang bahu bu ketua. "Gua jadiin lo pacar karena gua cinta sama lo, bukan karena taruhan. Gua bener bener cinta sama lo, dan gua gak mau kehilangan lo. Gua mohon buka hati lo buat gua" kata pak bos lembut, kalo aja dia tiap hari kayak gini udah pasti jatuh cinta gua sama dia dari dulu. Pikir bu ketua "Gak usah lo bilang juga kayaknya gua udah ngebuka hati buat lo, makanya gua mau kita selesai kalo ini cuma taruhan. Gua gak mau tersakiti" balas bu ketua serius. "Gua serius, dan gua gak akan pernah ngelepasin lo. Never" tegas pak bos, bu ketua hanya mengangguk. Pak bos memeluk bu ketua dengan erat, entah kenapa dia takut berada jauh dengan bu ketua dan dia merasakan hal itu nanti. "I love you crystal" kata pak bos "Love you too brian" bu ketua terkejut saat kata kata itu keluar dari mulutnya, dengan cepat dia mendorong pak bos. "Udah sana lo ketempat yang lain aja, gua mau masak" usir bu ketua "Lo bisa masak?" Tanya pak bos tak percaya "Yaudah kalo gak percaya, ngeremehin banget sih" balas bu ketua sengit "Haha.. pacar gua lucu banget sih" pak bos terkekeh dan meninggalkan bu ketua yang sedang kesal "BRIAN.. I HATE YOU!!!" "LOVE YOU TOO RIS" balas pak bos "SIALAN!!" Maki bu ketua kasar membuat tiara, nabila, intan, sam, davin dan levin terbahak.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN