"Aku ingin Aldo yang bisa aku lihat secara wajar seperti saat Ferdi masih hidup, aku jadi jengah saat kau terlihat seperti remaja yang sedang kasmaran, aku mau kita berteman dengan cara yang benar, kita memang pernah dekat, aku bahkan memupuk harapan terlalu tinggi padamu, yang akhirnya menghempaskanku ke jurang yang amat dalam, kini rasa itu hilang Do, cintaku padamu hilang dan tergantikan cinta Ferdi yang tiada bertepi, dia, keluarganya, mau menerimaku, anak pengusaha kecil, dan tidak melihat aku sebagai benalu dalam keluarganya yang sangat berlebih, aku tak menolak tawaran pertemananmu, hanya caranya yang perlu kamu perbaiki, terima kasih," mama Fariq menutup pintu rumahnya. dr. Aldo menghela napas, ia berbalik menuju pintu pagar besar itu. **** Dua bulan berlalu dr. Aldo benar-ben

