Fariq menatap wajah kawatir mamanya saat menatap dr. Aldo yang terbaring dengan alat bantu napas dan berbagai alat lain yang menepel pada dr. Aldo. "Mama salah ya Riq, nggak kan, mama hanya mengingatkannya, mama ingin kami berteman dengan cara yang benar, mama baru saja kehilangan papamu, rasanya tidak wajar jika ada laki-laki yang bolak-balik menemui mama," suara lirih mamanya hampir menyerupai bisikan. "Nggak, mama nggak salah, dan om Aldo juga nggak salah, mencoba meraih mama lagi setelah puluhan tahun ia tak merasa menyakiti mama, bukan om Aldo kan yang menyakiti mama, ibunya om Aldo kan, bahkan mama cukup dekat dengan adik-adik om Aldo, mungkin tidak bijak jika cerita masa lalu ini dibahas tapi rasanya juga tak adil jika mama sampai seperti ingin bermusuhan, Fariq bukan mendukung

