Fariq melihat Aca menjelaskan apa yang harus dikerjakan oleh Setya dengan serius, sambil sesekali menunjuk yang ada dalam laptopnya, Setya mengangguk-angguk berusaha berkonsentrasi. Fariq tahu Setya akan sulit berkonsentrasi dengan tampilan Aca yang agak semrawut tapi tetap menarik. Aca menggunakan baju tidur tanpa lengan, rambut yang dijalin dan dijepit hingga lehernya yang jenjang terlihat jelas. Sambil tetap di atas kasurnya yang bantalnya ditumpuk agak tinggi, hingga Aca nyaman bersandar, sementara Setya duduk tak jauh dari Aca. Setya berusaha lebih sering melihat ke laptop, ia merasa tak nyaman karena Fariq berdiri tak jauh dari mereka berdiskusi. Satu jam kemudian Setya pamit, diantar Fariq menuju teras. "Saya kembali ke kantor Pak, permisi," Setya pamit bergegas menuju mobi

