Sejak awal Aca masuk ke dalam mobil suaminya ia merasakan aura lain, ia melihat pandangan mata suaminya yang menelusurinya seolah mau menelannya, Aca merasa ada yang dipikirkan oleh suaminya, entah apa. Aca menyentuh tangan suaminya lalu melabuhkan bibirnya pada bibir suaminya, sekilas namun tangan suaminya meremas tangannya. "Lagi Ca," Aca mengerutkan alisnya dan kembali melabuhkan bibirnya pada bibir suaminya yang tiba-tiba menekan tengkuknya, menciumnya dengan dalam sampai Aca terengah. "Ih, apa nggak lebih nikmat di rumah saja ntar," ujar Aca setelah suaminya melepaskan ciumannya. Fariq diam saja, lalu mulai menjalankan kemudi, diam tak berbicara sepatahpun hingga mobil masuk ke halamam besar rumah mereka. Aca melangkah pelan masuk ke dalam rumahnya, membawa tasnya sendiri d

