"Ah tidak apa-apa sayang, hanyaaa...antara apa yang ia katakan dan ia lakukan tidak sama, itu saja," jawab Fariq, lalu memeluk Aca dengan erat. "Aku takut kehilanganmu, terserah kau berkata aku cengeng atau apalah, aku memang laki-laki tidak normal, aku hanya bisa seperti ini padamu, memelukmu dan merasakan ledakan yang tak pernah aku rasakan pada orang lain, jangan pernah tinggalkan aku Ca," bisik Fariq parau. "Mama, papa bahkan kak Razel kawatir karena aku tak juga menunjukkan ketertarikanku pada wanita, mereka mengira aku sakit Ca, mereka tak pernah tahu jika aku merasakan seperti ini hanya padamu, aku sakit ya Ca?" wajah Fariq yang memelas membuat hati Aca sakit. Aca memeluk suaminya, ada apa, pikirnya. Selain itu Fariq juga ngeri membayangkan ancaman Daniya, ia takut Aca terluka

