Fariq menatap wajah istrinya yang tertidur pulas setelah selesai mandi, rambut basahnya ia sibak perlahan dan ia cium keningnya. "Aku mencintaimu Ca, sangat, tidak ingin melihatmu sedih lagi, semoga setelah semua tabir terbuka membuat hidupmu menjadi lebih berwarna," Fariq memeluk Aca dan mulai memejamkan matanya, tak ingin terlalu lama memandang wajah serta badan Aca yang hanya berbalut lingerie hitam, ia tahu ada hasrat dalam dirinya yang sering tiba-tiba muncul saat istrinya memakai pakaian seperti itu. **** Subuh Aca segera bangun melangkah pelan menuju kamar mandi, mandi lagi dan berwudu lalu melaksanakan sholat subuh, ia tak tega membangunkan Fariq, melihat wajah pulas suaminya serta dengkuran halusnya. Selesai sholat Aca mendekati Fariq dan mulai mengusap d**a Fariq agar ba

