Savana bersalaman dengan semua yang ada di depannya, Verina ia peluk setelah bersalaman, lalu Razel. Verina mengenalkan kedua mertuanya dan saudara iparnya, saat tatapannya beralih pada wanita yang duduk di ujung lalu berdiri sejajar dengannya, mulut Savana terbuka lebar, matanya mengerjab cepat. Tak mungkin ada cermin besar di sini, dia siapa, mengapa dia seperti aku.. Pikiran Savana mendadak buntu, meski reflek tangannya terulur. "Savana, " "Anataya," Keduanya tertegun, mendengar suara mereka dengan nada yang hampir sama.. "Apakah kita pernah bertemu?" suara Savana mengambang dan Aca menggeleng. "Sepertinya belum pernah," jawab Aca lirih, tangan keduanya masih saling menempel, saling menggengam dengan erat dan entah aliran apa yang dirasakan oleh keduanya, aliran hangat dianta

