CHAPTER 4

1192 Kata
Pak Dimas Hartono mengajak liburan keluarga kecilnya ke Jepang, setelah drama yang begitu panjang antara istri dan putri tirinya. Karena mama Maria yang masih kecewa dengan hasil penilaian semesteran Maisie, ia menolak memberikan liburan untuk putrinya padahal ia sendiri menyadari kalau Maisie terlihat sedikit tertekan karena nilai yang ia dapatkan kurang memuaskan. Namun setelah perdebatan yang lumayan panjang, akhirnya sampailah mereka sekarang di negeri sakura. Begitu sampai di bandara, Maisie tak henti hentinya kegirangan bahagia tak menyangka ia bisa sampai di negeri kartun Doraemon itu. Ini untuk pertama kalinya ia liburan keluar negeri. Tak henti pula ia mengucapkan terima kasih pada papi Dimas yang baik hati yang selalu membela nya dibanding mama Maria ibu kandungnya. Sementara Darren, seperti biasanya, ia hanya diam menikmati pemandangan tanpa memberi komentar apapun, baik soal liburan atau soal Maisie yang terus saj di pojokkan oleh mama Maria masih perihal raport nya. Sebenarnya alasan utama papi Dimas mengajak liburan pastinya tak lain karena urusan bisnisnya, klien baru nya adalah orang jepang. Maka dari itu, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, di saat ia sedang berbisnis keluarganya juga bisa menikmati liburan. Keluarga papi Dimas telah sampai di hotel The Ritz Carlton, Tokyo. Sebuah mobil Toyota Alphard yang telah terlebih dahulu di sewa untuk membawa mereka ke hotel. "Kalian istirahat dulu, papi sama mama akan menemui klien sebentar." Papi Dimas pamit pergi, sementara Maisie dan Darren telah berada di kamar masing masing sekarang. Maisie begitu takjub, papi tirinya menyewa kamar yang begitu mewah di hotel bintang lima di Tokyo. Sebuah kamae VIP dengan pemandangan luar kota Tokyo yang ramai. Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang queen size, menggerak gerakkan tangan dan kakinya bahagia, kemudian ia bangkit untuk selfie. "Aku di Jepang lhooooo" pamernya pada kedua sahabatnya lewat wa. "Maisiiiieeeee kok gak ajak ajak sih?" "Jahaaaattttt liburan sendiriiiiiiii...." Maisie hanya tersenyum membaca pesan kedua sahabatnya Pandangannya beralih dari handphnenya menuju pintu yang kamarnya yang di ketuk. Maisie pun bangun dan berjalan menuju pintu. Di keluarkannya sedikit kepalanya untuk melihat siapa di luar sementara ia tak yakin kalau dirinya membutuhkan sesuatu dari office boy. Tubuhnya terperanjat saat mengetahui kalau Darren berada di balik pintu tengah menatap tingkah lucunya yang seperti anak kecil itu. "Kakak, ngagetin aja. Ada apa?" "Kita keluar" ucap Darren dengan nada datar, kedua tangannya ia sembunyikan di kantong celananya.Maisie cuma mengangguk, ia menutup pintu kamar kemudian berjalan di belakang Darren. "Mau kemana kak?" "Lapar. Cari makan" Maisie kembali mengangguk, ia sudah terbiasa dengan sikap dingin Darren , namun sekarang lebih baik karena ia kini mau berbicara dengan Maisie bahkan mau mengajaknya keluar. Ada sebuah restoran yang menyajikan aneka masakan di lantai bawah hotel. "Kita makan disini saja"  tiba tiba tangan Darren menggenggam tangan Maisie kemudian membawanya masuk kedalam restorant. Tentu saja Maisie terperanjat dengan sikap Darren yang tak terduga kali ini, membuatnya tersenyum sendiri. Ingin sekali rasanya ia bercerita pada mamanya akan perubahan sikap Darren yang berubah baik pada nya. Darren memesan sukiyaki begitu pula dengan Maisie. Dan tak lama setelah itu pesanan pun datang, tak ada pembicaraan apapun, masing masing fokus pada makanan yang ada di hadapannya. Berbagai pertanyaan sebenarnya berlarian di otak Maisie. Kenapa kakak tirinya bisa tiba tiba berubah menerimnya seperti itu? Dan kenapa seorang Darren yang tak kekurangan apapun bisa bersikap dingin seperti itu? Masih banyak lagi dan ia ragu untuk bertanya. Namun sepertinya Darren menyadari sikap adik tirinya yang suka curi curi pandang padanya. "Aku emang ganteng dari lahir. Lihatin aja terus gak usah curi curi" ucapan Darren yang tiba tiba itu membuat Maisie tak bisa menahan tawanya. "Aku kok baru tahu kalau kak Darren narsis ya?" Darren memutar matanya, ia salah tingkah hanya karena omongan adik kecilnya. "Habis ini kita kemana kak?" "Kamu mau jalan jalan?" "Aku bosan di kamar terus, sementara papi dan mama asyik pergi berduaan kaya orang pacaran. Bikin iri aja." gumamnya kesal "Kita jalan jalan" Tak menunggu lama memang setelah makan mereka pun keluar dari restorant  dan berjalan jalan di sekitar hotel. Darren terus saja mengulum senyum melihat tingkah menggemaskan adik tirinya yang sedang berceloteh seperti balita yang baru belajar bicara. Sesekali ia mengangguk dan hanya memberi jawaban "hmmm" yang ia lontarkan tak kala maisie menanyakan pendapatnya. Maisie benar benar senang hingga ia lupa kalau dirinya sama sekali belum istirahat semenjak turun dari pesawat tadi. Darren tiba tiba saja menarik tangan Maisie kemudian memeluknya dalam pelukannya ktak kala gadis itu tiba tiba hampir terpeleset karena terlalu fokus pada pemandangan sekitarnya hingga tak melihat kemana kakinya melangkah. Tak sadar ternyata Darren tak kunjung melepaskan pelukannya pada Maisie. Jantung Maisie berdebar begitu kencang, tak ada jarak antara dirinya dan darren, bahkan ia merasakan begitu hangatnya dalam dekapan Darren, dan tatapannya tak lepas dari wajah tampan kakak tirinya yang benar benar memukau itu. Darren segera melepaskan pelukannya, menyadari ia terus saja di perhatikan Maisie, gugup. "Hati hati" "Ehmmm iya" "Kita kembali ke hotel" Maisie cuma mengangguk, bibirnya kembali mengulum senyum saat tangan Darren menggandeng tangannya. Andai Darren kekasihnya, andai Darren bukan kakak tirinya, andai saja... Tak sampai pikiran Maisie memikirkan itu semua, ia terlalu bahagia menikmati momen bersama Darren walau hanya bergandengan tangan saja. "Kalian dari mana? Mama khawatir..."mama Maria panik karena tak ada satupun dari Darren ataupun Maisie mengangkat telephone darinya atau mengabari sebelumnya. "Cari makan ma di bawah... Di traktir kak Darren..." "Benar itu Darren?" Darren hanya mengangguk, papi Dimas seperti tak percaya akan perubahan sikap putranya yang akhirnya mau menerima kehadiran Maisie. "Ya sudah, kalian istirahat dulu, papi sama mama juga mau istirahat" "Ya ma..." jawab Maisie, sementara Darren berlalu begitu saja ke kamrnya. *** Liburan yang tak bisa dikatakan liburan sebenarnya, karena Maisie hanya berdiam di kamar sementara papi dan mama nya sibuk bolak balik hotel untuk menemui klien. "Kalau kaya gini mending di rumah aja" Maisie menghela nafas kasar, kembali ke dalam kamarnya namun di urungkannya. Ia berdiri di balik pintu kamar Darren, namun ragu apakah sang kakak mau di ajak jalan jalan berdua? Namun akhirnya iapun memberanikan diri mengetuk pintu kamar Darren, dan tak lama kemudian terbuka. "Ada apa?" seperti biasanya, nada datar dan dingin yang terlontar dari bibir sexy Darren. "Kita jalan jalan yuk kak...Aku bosen di kamar terus." Darren tak mengubris ucapan Maisie, ia kembali masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintunya. Maisie terparanjat, kecewanya melebihi rasa kagetnya. Sebenarnya melihat tingkah Darren yang seperti itu sudah menjadi hal biasa baginya, namun setidaknya Darren bisa menolak dengan mengucapkan tidak, bukannya malah menutup pintu begitu saja. Maisie yang kesal akhiranya berlalu meninggalkan pintu kamar Darren dengan jutaan sumpah serapah di hatinya. Namun baru beranjak beberapa langkah, tubuhnya terasa hangat karena seseorang dengan tiba tiba merangkul pundaknya, seketika itupun Maisie menoleh. "Kak Darren..." ia masih tak percaya Darren yang saat ini sedang merangkul pundaknya. "Kita jalan jalan, aku sudah sewa mobil dan supir juga" ucapnya santai tanpa menoleh ke arah maisie yang pipinya memerah karena sikap Darren. Ternyata Darren kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil handphone dan jaketnya untuk melindungi tubuhnya dari cuaca dingin Jepang, namun Maisie mengira karena Darren menutup pintu begitu saja tanpa mengiyakan ajakannya, ia pikir Darren menolak. Maisie tidak mengetahui kalau sedari tadi sebenarnya ia sangat ingin mengajak adik tirinya itu pergi jalan jalan karena iapun merasa jenuh hanya berada di kamrnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN