Enam puluh delapan Beberapa hari kemudian, Rere tak pernah lagi nampak batang hidungnya di kampus. Dia seolah lenyap di telan bumi. Gadis itu hanya berdiam diri di kamar, tak punya keinginan untuk pergi dari sana. Dua sahabatnya kerap kali datang tapi dia selalu meminta si mbok untuk menyuruh mereka untuk pergi dari sana. Dia tak ingin bertemu siapa-siapa. Dia adalah tipe gadis urakan yang tak peduli dengan apapun selain kesenangan dirinya. Berusaha menjadi tak punya perasaan kepada siapapun asal keinginannya terpenuhi. Namun beberapa hari ini, dia begitu melow dan merindukan Maminya yang sudah tiada. Senakal apapun dia tetap seorang anak yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Namun, dia tak mendapatkan itu sekarang. Harapannya selama ini, Papinya bisa menikah dengan wanita yang s

