Delapan Puluh Tujuh Aku ingin berbagi rasa dengannya tapi sekarang sudah tak ada kesempatan. Perasaan yang selalu aku ingkari ini terus saja tumbuh. Terlebih setelah kita pernah saling sentuh, segalanya jadi bertambah parah.. rasa cinta ini, rasa rindu yang semakin menggebu. Tapi, aku merasa harus merelakan perasaan aku terhadap Gabrian. Aku bahkan tidak bisa menolong diriku sendiri untuk memperbaiki segalanya. Aku berharap, ada kisah terbaik untuk kami semua di rumah ini. Aku harap, akan ada saat dimana semuanya berubah jadi indah tanpa ada satupun yang terluka. Sampai detik ini, masih percaya terhadap apa itu skenario Tuhan. Masih ingin percaya. Ya, aku akan melihatnya sendiri. Apakah cinta ini butuh dipertahankan atau pada akhirnya akan lenyap dengan sendirinya. Apapun itu, aku har

