Delapan Puluh Delapan Mereka memasuki sebuah mall dan naik ke lantai lima dimana letak theater 23 berada. Gabrian dan Jelita nampak melihat-lihat poster film yang diputar hari ini pada jam sore menjelang malam. Ada film romantis, comedy, horor hingga action ready untuk hari ini. Jelita menatap satu-satu wajah pemain yang terpampang dalam poster. Itu film Indonesia tapi rupanya Jelita tidak terlalu familiar dengan wajah itu. Bukan aktornya yang tidak terkenal, tapi Jelita yang terlalu sibuk bertahan hidup jadi tidak pernah memperhatikan hal lain, apalagi nama-nama aktor yang tengah naik daun. Dia tidak tahu menahu. Dia berdiri lumayan lama di depan sebuah poster yang menggambarkan dua orang muda mudi berseragam SMA. Di sana tertulis bahwa kisah itu diadaptasi dari sebuah novel, dan nam

