Sembilan puluh lima Jelita berganti pakaian dengan airmata yang terus bercucuran di wajahnya. Dia di kamar, masih tersedu karena tak percaya dengan semua yang baru saja terjadi. Gadis itu terus menyeka wajahnya tapi selalu saja basah karena air mata yang tak bisa berhenti mengalir. Keajaiban apa yang dia dapat hari ini? Jamima nampak sangat berbeda dari biasanya. Bahkan dia dengan wajah tulus dan manisnya itu, dia mengatakan semua hal baik dan berharap yang terbaik untuk kebahagiaan dirinya dan Gabrian. Pintu diketuk, Tian yang datang dengan sebuah paper bag kecil ditangannya. Dia mengulurkan itu ke Jelita. "Apa ini?" tanya Jelita dengan suara parau. "Jamima bilang kamu akan butuh ini, jadi waktu itu aku antar dia beli ini. Dia yang pilih sendiri." Tian nampak jauh lebih bahagia dari

