Enam puluh enam Entah apa gerangan yang akan terjadi pada diriku setelah ini. Tiba-tiba saja aku menempati dunia dengan orang-orang baru di dalamnya, segalanya berjalan begitu cepat hingga aku tak menyadari apakah ini nyata atau sebatas sebuah mimpi panjang? Semuanya terjadi begitu saja, aku dan ragaku yang rasanya benar-benar bukan milikku lagi. Setiap malam aku menangis, setiap kali itu pula aku terpuruk. Berharap pagi segera datang membawa harum embun yang meleburkan masa lalu menjadi butir-butir kecil lalu lenyap melesat menjauh. Tapi, kendatipun aku berharap penuh padanya.. dia akan tetap datang tepat waktu. Aku tidak lagi mengenal apa itu mimpi indah sejak kemalangan merenggut segalanya dari tubuh ini. Namun, segalanya seolah bagai lembaran buku baru saat aku lihat wajah teduhnya.

