Mereka kembali pulang setelah hari sudah larut. Jelita tidak cemas karena Tian sempat mengirimkan beberapa gambar yang menunjukkan bahwa mereka tengah menghabiskan malam di dekat pantai dan makan malam bersama. Jamima mencoba berdiri di depan pintu, membuka pintu dengan hati-hati. Kemudian masuk ke dalam dengan perlahan, menoleh sebentar ke arah Tian yang berkata "Kamu bisa!" Jamima melangkah perlahan. Sempat gemetar sesaat, namun dia sanggup melanjutkan langkah kecilnya. Kemudian sampai di tempat tidur dan berbaring di sana. Tian tersenyum, melambai dan menutup pintu dengan pelan. Kemudian mereka saling balas chat, sama sekali tidak ada rasa kantuk. Mereka hanya bisa merasakan bahagia malam ini, setelah sebuaj lamaran manis itu terjadi. Mereka tersenyum-senyum sendiri sambil berbalas

