Dinner Ala-ala

1950 Kata

Mereka turun dari kendaraan setelah memasuki pelataran parkir luas yang berjarak sekitar seratus meter dari bibir pantai berpasir putih. Cakrwala membiru dengan indahnya, berteman cahaya jingga matahari yang tak pernah menghitung banyaknya sinar yang dia sumbangkan untuk kelasungan dunia ini. Tian menurunkan kursi roda, kemudian seperti biasa membantu Jamima keluar dari dalam dan duduk di kursi rodanya. "Masih pagi jadi udara masih fresh." ucap Tian sambil memicingkan matanya menatap ke arah laut. "Iya, Kak. Ndak terlalu jauh ya, aku kira jauh." ucapnya. "Kalau terlalu jauh nanti waktu kita jadi berkurang karena aku harus terus nyetir. Enggak bisa fokus liatin kamu yang manis." Jamima mencubit pinggang Tian. "Iya-iya ampun, sakit ih." Tian tertawa riang sekali hari itu. "Makin lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN