"Mengenai rencana pernikahan kalian, Papi kira harus segera kita laksanakan segala persiapannya." ucap Ferdy pada suatu malam diruang makan. Gabrian mengacungkan jempol ke atas. "Benar, Pi! Gabrian setuju. Kamu gimana, Ta?" tanyanya setelah mengigit ayam goreng dari piring. "Uhm, aku bagaimana baiknya saja. Asal aku masih bisa melanjutkan kuliah." jawab Jelita. "Oh tentu saja bisa, Jelita. Justru kuliah pasti akan lebih nyaman karena kalian adalah pasangan sah. Bukan begitu, Bi?" Bibi tengah ikut makan bersama, dia mengangguk setuju karena tanggung belum menelan makanan dalam rongga mulutnya. "Bibi juga lebih tenang kalau kalian segera menikah. Mas Gabrian itu rasanya sudah sangat tidak sabar." "Hahaha, tidak sabar untuk apa nih Bi?" tanya Gabrian. "Ya tidak sabar untuk ini itu." J

