Jelita sudah baikan, dia ikut tertidur di samping sang adik yang sudah terlelap sejak tadi. Gabrian keluar dan menutup pintu perlahan setelah memastikan gadis itu dapat tidur dan rasa sakitnya reda. Melihatnya seperti itu membuatnya ingin selalu melindungi Jelita dan terus berada di sisinya setiap saat. Tapi, saat ini itu belum bisa dilakukan. Jadi, Gabrian pikir sebaiknya mereka cepat menikah. "Gue harus cepetan nikah nih, kalau dia sakit gitu rasanya pengen banget ada di sampingnya. Tidur di sebelahnya terus jagain dia terus. Uhm.." Gabrian masih berdiri di depan pintu kamar para gadis. "Sebaiknya aku temui Papi deh buat bahas ini." ujarnya memutuskan hal itu. Gabrian ke ruang kerja Ferdy tapi pria itu tak ada di sana. Di kamar pribadinya pun tidak ada. Gabrian mencari Tian juga tida

