Gavriel langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari Azriya malam ini juga. Pria tampan itu bahkan mengesampingkan penampilannya dengan kemeja basah. "Cari Dokter Andreas di rumah sakit. Mungkin Azriya pergi ke tempat Kakaknya!" ucapnya memberikan perintah kepada pengawalnya di balik telepon. "Baik, Tuan." "Laporkan apapun perkembangannya. Dan ingat! Aku mau kalian bergerak cepat!" "Kami akan melaksanakan semuanya sesuai keinginan Anda, Tuan." TUT! Gavriel meletakkan ponselnya di atas meja. Lelaki itu terus merutuk di dalam hatinya karena tidak ada di tempat saat kejadian itu. Perlahan Gavriel membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang terletak di ruang kerjanya, hingga tanpa terasa kelopak mata itu terpejam lantaran rasa kantung yang menyerang. *** Pagi hari. Gavriel merasa

