Setelah Ardan menghilang dari lobi, Edo mengajak Rahagi beranjak. “Kusut banget tampang si Ardan,” kata Edo sambil berjalan menuju lift. “Kenapa nggak kamu kasih tahu saja tadi, kalau tamunya itu dia?” “Memangnya kamu sudah tahu dia?” Edo heran. Rahagi lupa, dia memang tidak pernah membahas tentang Ardan dengan Edo. Banyak hal terkait Kanaya yang memang hanya dibicarakan secara pribadi saja dengan Pak Rasyad. “Cuma tahu saja.” Edo menempelkan kartu aksesnya sebelum menekan nomor lantai. “Isteri Pak Arsyad ada di sini juga?” tanya Rahagi. Menyelidiki lebih lanjut. “Nggak ada. Beliau sendirian saja,” jawab Edo. “Oh!” “Beliau sepertinya akan pindah kesini. Kemarin pernah bilang mau cari rumah di sekitar Depok atau Bekasi. Mungkin dia mau minta bantuanmu.” “Mau pindah kesini?”

