“Aku ingin anak itu dikembalikan secepatnya!” kata Marina seolah bertitah. “Jangan perlakukan Alana seolah barang yang sedang kupinjam!” Rahagi menghentak. Marina menatap Rahagi tajam. Mata kuyunya berubah garang. “Aku tidak sedang meminjamnya. Aku merawatnya karena kamu sedang sakit!” Rahagi menegaskan. “Aku mau dia!” Seru Marina. “Aku juga mau dia!” Rahagi tak mau kalah. “Aku ayahnya, yang memang menginginkan dia, dan nggak pernah mencoba mengkhianati apalagi ninggalin dia!” Perkataan Rahagi secara tidak langsung menyudutkan lelaki yang dipilih Marina. “Kamu nggak usah takut kehilangan dia. Selama kamu sakit di sini, hampir tiap hari ‘kan aku bawa dia menjenguk!” “Tapi, hari ini nggak!” “Ini sedang jamnya sekolah. Kamu sendiri yang minta aku kesini sepagi ini. Kamu nggak minta

