Karma

1306 Kata

Kehadiran Alana memberikan warna hangat di rumah. Meski awalnya menjaga jarak, perlahan, anak itu mulai bisa berbaur dengan Mita dan yang lainnya. Bibir mungilnya bisa ceriwis tanpa beban. Dia bahkan kemudian mendapatkan teman-teman baru di sekitar rumah. Selepas tengah hari, Kanaya mengajaknya ke kamar untuk tidur siang. Mereka berbaring berdekatan, saling berhadapan. Alana tersenyum-senyum sendiri menatap wajah Kanaya. Di tengah keinginan melepaskan kantuknya yang berat akibat bangun jam dua pagi, Kanaya memaksakan kelopak matanya tetap membuka. “Kamu kenapa sih ngeliatin aku begitu?” Kanaya tersipu sekaligus terpesona dengan mata bening Alana. “Senang aja liatin. Soalnya Tante cantik dan baik hati.” “Ah, kamu ini sukanya ngarang aja.” “Nggak! Aku nggak ngarang. Kalau Tante nggak c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN