Rahagi memandangi wajah lelah pak Rasyad. Simpatinya mengalir alami atas perasaan kehilangan yang tentu sangat berat dijalani oleh lelaki beruban yang posturnya masih menyisakan kegagahan di masa mudanya. Tidak bertemu Alana seminggu saja bisa membuatnya senewen. Apalagi ditinggal pergi anak satu-satunya selama bertahun, karena sang anak tidak menyukai isteri barunya. Hal seperti inilah yang menjadikan Rahagi sempat enggan menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia khawatir Alana tidak suka dan kemudian malah menjauhinya. Lelaki tua itu dikenalnya melalui Edo beberapa bulan lalu. Edo adalah teman kuliahnya yang menjadi asisten Pak Rasyad sejak dua tahun terakhir. Dia tidak tahu, apakah kehendak semesta ataukah hanya kebetulan semata, yang menyilangkan ruang gerak dirinya dengan pengusaha

