Jiwa Yang Terbelenggu

1265 Kata

Malam itu, Kanaya tertidur lelap. Saat pagi terjaga, dia sempat merasa asing dengan sekelilingnya. Butuh beberapa detik untuk menyadari keberadaan dirinya di tempat tinggalnya yang baru ini. Sembari tetap berbaring, dia mengambil ponsel dari meja nakas dan memeriksa pesan yang masuk. Ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenalnya, yang membuatnya penasaran hingga membukanya. 081xxxxxxx : Kanaya, apa kabar? Tak ada nama di identitasnya. Rasa ingin tahu, mendororong Kanaya menjawabnya. Siapa tahu seseorang yang berniat memesan masakannya. Kanaya : Baik. Ini dengan siapa? Semenit berselang, ponselnya berdenting. 081xxxxxxx : Denny. Aku kangen banget sama kamu. Kapan kita bisa ketemu? Ponsel Kanaya terpental dari tangannya. Untung saja tidak terjatuh ke lantai. Matanya memanas dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN