Terjeda

1497 Kata

“Nay?” Sabrina memandangnya menuntut jawaban. “Nanti saja dipikirkan, Sab. Kamu istirahat aja dulu.” Kanaya tersenyum mencoba menenangkan. “Ya, tapi kamu jangan pergi!” Mata Sabrina menyorot Kanaya tajam. Di sofa, Kanaya terduduk resah setengah terintimidasi. Ia bukannya tak mau menemani dan membantu Sabrina melewati waktu sulitnya. Ia pasti akan menolongnya. Tapi, tidak untuk permohonannya yang seolah meminta dirinya mengabdi. Ego dirinya tidak menginginkanya. Dia tak mau terjebak selama sembilan bulan setiap hari mendampingi Sabrina menjalani masa kehamilannya, dan entah berapa waktu lagi kemudian untuk membantu mengasuh bayinya kelak. Sebulan? Tiga bulan? Setahun? Dua tahun? Dia tak yakin bisa menjalaninya. Berdasarkan cerita teman-temannya yang sudah memiliki anak, mengasuh bayi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN