Pertemuan bisnis Rahagi berlangsung lancar. Walaupun di sela-sela percakapan bayangan Kanaya kerap mengganggunya. Setiap dia menghalaunya, tak lama wajah sendu gadis itu muncul lagi mengusik. Dia sampai harus memijit keningnya agar tidak terus memikirkannya. Diyakini, penyebabnya adalah karena dia belum mengakui kesalahannya pada Kanaya. “Gi, kamu sudah punya calon isteri lagi belum?” Sena, kliennya yang meski telah bercucu dan selalu bicara apa adanya itu, tiba-tiba menanyakan hal yang enggan ditanggapinya. Rahagi hanya melebarkan senyum terpaksa. Sejak bercerai dengan Marina, dia memang memilih menutup diri. Dia tak mau soal kehidupan pribadinya menjadi bahan pembicaraan orang lain. “Belum ada?” Sena terus berusaha memastikan. “Memangnya kenapa?” Rahagi mengulur jawaban. Ada bebe

