Tambah Curiga

1322 Kata

Semakin keras Ardan berusaha meyakinkan, semakin kukuh juga Kanaya menolak. Perdebatan mereka menarik perhatian Nendra yang segera menghampirinya. “Ada apa nih?” Tanpa sungkan Nendra menyela. Kanaya langsung berdiri merasa terselamatkan. Dia memposisikan diri di belakang Nendra, berlindung di balik tubuh kurusnya namun bernyali tinggi. “Nggak usah ikut campur!” Ardan menyahuti Nendra. “Ada apa, Kanaya?” Nendra tidak mempedulikan Ardan. “Sudah selesai, kok! Dia sudah mau pergi!” Kanaya lantas berpaling dan melangkah ke meja tempat Dina tegang memperhatikan. Ardan, sangat kesal karena tidak berhasil membujuk Kanaya. Dia juga jengkel pada Nendra yang tiba-tiba muncul mengganggunya. Ingin dia memaki lagi lelaki yang penuh percaya diri menatapnya. Tapi, demi melihat Kanaya yang kemudian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN