Seusai pelajaran ilmu kulinernya usai hari ini, Dina, salah seorang teman Kanaya mengajaknya ke kedai kopi. “Nongkrong bentar, yuk!” ajak Dina. Wanita dengan tubuh berisi itu setengah memaksanya. Dia sama dengan Kanaya. Tidak lagi bekerja formal karena menyukai dunia kuliner. Kanya ragu..Setelah memasukan buku catatan dan laptopnya ke dalam tas, Kanaya melihat jam tangannya. “Masih siang!” Dina di sebelahnya meyakinkannya. “Bukan gitu.” Kanaya mengelak. “Terus kenapa? Sudah janjian dengan pacarmu?” Tertegun Kanaya sejenak. Seingatnya, selama dia bersekolah di sini, dia tidak pernah membahas tentang pacar dengan Dina. Rahagi juga belum pernah mengantar dan menjemputnya sehingga terlihat dia memiliki seseorang. “Eh, sorry! Kamu sudah ada pacar belum?” Dina menyadari mungkin telah

