Sebuah tirai yang membatasi lapang pandang Rahagi semakin tersibak. Satu-persatu hikmah yang dicari-carinya kala mencoba mengobati hatinya yang terluka akibat perceraiannya dengan Marina, tersajikan kini. Jelas dan ironis, bahkan cenderung tragis. Perawat menunggu keputusannya. Dia dengan tegas menolak mendmapingi Marina dengan alasan menemani Alana. “Gi, biar Alana juga ikut biar dia lihat….” “No!” tukas Rahagi menghentikan perkataan Marina. Keras. Mungkin karena malu, Marina tidak berani membantah seperti yang biasa dilakukan jika keinginannya tidak terturuti. Rahagi tidak ingin Alana mengetahui aib yang dibuat ibunya saat ini. Baginya, kehamilan Marina sebelum menikah adalah perbuatan yang tidak patut dipertontonkan kepada anak perempuannya. Entah mengapa Marina menganggapnya seba

