Part 28Yasmin "Gimana hari ini, sudah lebih sehat, Pak Yudha?" Dokter bertanya ramah. "Alhamdulillah, Dokter." "Saya dokter spesialis mata. Serpihan kaca di bola mata kan kemarinnya sudah dillacak ultrasonografi, sudah diambil, dibersihkan dan ditangani." "Iya, Dok. Terima kasih banyak," ucap Mas Yudha. "Darah yang merembes di perban juga sudah berhenti ya. Hari ini kita buka perban untuk observasi. Sudah siap?" tanya dokter memastikan. "Insyaallah, Dokter," ujar suamiku. Aku mundur dari sisi Mas Yudha, memberi ruang pada dokter dan perawat untuk menjalankan tugasnya. "Bismillah." Perawat mulai membuka perban perlahan. Aku menegarkan diri meski separuh hatiku berdebar juga sebetulnya. Suamiku ... percayalah, ketentuan Allah adalah yang terbaik, lirihku dalam hati. "Tunggu, Mbak.

