Part 20"Siapa itu Riani?" Yasmin bertanya ulang, kini suaranya sudah berangsur tenang. Aku lebih senang melihat reaksi Yasmin sebelumnya, lebih terlihat jika dia takut kehilangan diriku. "Riani staff administrasiku dulu. Dia sudah mengundurkan diri." "Aku gak mencurigai Mas, aku percaya Mas takut pada Allah. Hanya heran sepenting apa hal yang ingin dibicarakan Riani itu, dia masih gadis?" Yasmin nampak berusaha untuk tetap tenang. Aku mengangguk. "Cantik?" tanya Yasmin. "Iya," jawabku singkat. Wajah cantik Yasmin berkerut, lalu dia menggelembungkan pipinya lucu sekali. Baru kali ini kujumpai ekspresi wajahnya serupa itu, unik juga melihatnya membuatku ingin memeluknya gemas. "Hmm kita akan temui sama-sama, boleh?" Aku kembali mengangguk. "Gadis itu pernah berusaha menggodaku, aku

